Syair Sang Bulan

Benderang di langit malam,
hanya ini yang ku bisa, memikul beban beratmu sang Surya,
sekalipun bantu ku tak banyak bermakna,
paling tidak, hingga kelak Tuhan pertemukan kita..."

"Like the Moon who embrassed that Sun,"

Senin, 30 Mei 2011

Tentang Juni dan selalu Juni

Tentang bagaimana kita dulu,

aku rindu, pada waktu pertama kita tahu, diantara kita, dan keadaan yg mendukung kenyataan untuk kita, sungguh aku sangat bersyukur jika benar kau nyata bagiku,

tapi,,

seperti inilah aku, aku ya seperti ini, lengkap dg segala kelemahanku yg tak bisa kau maklumkan,

pergi,,

kau memang pergi meningGalkan lara ini,

dan aku,

tak berani lagi memulai,

biar perihku ku bawa lari,

biar tetap seperti ini,

sendiri

: puing

mem0ar J.U.N.I

`akan tiada lagi kini tawamu, tuk hapuskan semua sepi di hati`

aku masih tidak percaya,

kalau harapan itu k0song, aku masih tidak percaya,

Tuhan, bantu aku untuk menyadari semua ini, kenapa begitu perih, padahal baru sekejap ia hadir,

Tuhan, aku tak ingin seorang pun mendatangi hatiku, jika berniat pergi, . .

Tuhan, kenapa mesti kau hadirkan dia, jika sekejap ia pergi, dalam dawai kekalahan,

Tuhan, kenapa ia sangGup runtuhkan bentengku, tapi ia tak sangGup bertahan di dalamnya..

Tuhan, aku masih tak percaya,

Tuhan, aku ingin kembali, pada saat hatiku begitu kuat, pada waktu hendak ku nikmati hatiku sendiri, dan kau hadirkan ia, dengan pesonanya yg memukau, dan aku jatuh, dan terpuruk..

Tuhan, entah harus ku apakan retakan hatiku ini,

Tuhan, jangan Engkau hadirkan lagi matahari untuk bulan, jika ia semu, hanya ada satu matahari nanti untuk bulan, dan ia nyata, tak semu..

Tuhan, hindarkan aku dari perih ini, kesempatanku telah habis.

Dan mungkin inilah akhir,

sekalipun masih juga tak ku percayai.

_tears of puing_

Tidak ada komentar:

Posting Komentar